📚 Preview Buku “Simetri Retak”
✍️ Penulis: Serba35.id
📄 Format: PDF – 130 halaman
💰 Harga: Rp35.000
📱 Pesan via WhatsApp: Klik di sini
🌊 Ringkasan Cerita
Arka, seorang mahasiswa fisika kuantum, terseret ke dunia bernama Anulon, tempat di mana hukum gravitasi, waktu, dan logika tidak berlaku. Manusia bisa terbang tanpa sayap, gunung bisa berubah jadi lautan, dan pikiran bisa membentuk kenyataan. Awalnya Arka mengira ia sedang bermimpi. Namun dunia ini nyata, dan para penghuninya menyadari bahwa dunia mereka adalah kebalikan mutlak dari dunia kita.
Ternyata Anulon dan dunia nyata terikat dalam hubungan simetris. Bila salah satu hancur, yang lain ikut musnah. Namun, keseimbangan mulai terganggu. Di dunia nyata, fenomena aneh mulai muncul: air mengalir ke atas, waktu terhenti, dan logika runtuh. Arka harus memilih — tetap tinggal di Anulon yang bebas dari batasan, atau kembali untuk menyelamatkan realitas yang ia kenal.
👁️ Cuplikan Isi – Bab 1 s.d. Bab 3
Bab 1 – Retakan di Udara
Langit pecah di atas kepala Arka.
Bukan petir. Bukan badai. Tapi retakan. Seperti kaca dilempar batu, membentuk pola jalinan bercahaya di udara siang yang cerah. Semua orang di alun-alun kota menatap ke atas, terpaku.
Arka, yang baru saja membeli kopi dingin dari kios pinggir jalan, menjatuhkan gelasnya. Cairan cokelat dingin membasahi sepatunya. Tapi ia tak merasa apa-apa. Hanya tatapannya yang membeku menatap langit yang mustahil itu.
Bab 2 – Dunia Tanpa Arah
Arka jatuh. Atau bangkit. Atau melayang. Ia tidak tahu.
Tubuhnya tidak merasakan berat. Tapi ia terus bergerak — menembus sesuatu yang seperti kabut, tetapi terasa seperti suara. Udara di sekitarnya tidak dingin, tidak panas, bahkan mungkin bukan udara. Ia berusaha menjerit, tetapi suaranya malah muncul dari belakang telinganya sendiri.
Ia menghantam tanah. Tanpa rasa sakit. Tanpa benturan. Tanpa suara.
Ia membuka mata.
Bab 3 – Dua Penjaga
Arka berdiri terpaku di depan kuil Simetri, napasnya tak teratur — meski ia tak yakin ia masih benar-benar bernapas. Di hadapannya, dua sosok berdiri di antara aliran cahaya yang menjalin dunia ini. Mereka berdua menatapnya, seperti sedang menilai bukan hanya tubuhnya, tetapi eksistensinya secara menyeluruh.
Yang pertama, sosok tinggi bersetelan jas abu-abu ketat, mengenakan kacamata tipis dengan bingkai perak. Wajahnya simetris nyaris sempurna, tetapi dingin dan tak berperasaan. Tangannya memegang semacam tongkat yang memancarkan garis-garis geometri bercahaya.
📥 Ingin lanjut membaca hingga akhir?
Beli versi lengkapnya (PDF) hanya Rp35.000, dikirim langsung ke WhatsApp atau email kamu.
👉 Klik tombol di atas untuk pemesanan cepat, atau hubungi:
📱 WhatsApp: 0895-2227-720
📩 Email: Edwin@Serba35.id
📘 Lihat buku lainnya di halaman Katalog Buku.
